UNDHI Kupas Tuntas Sejarah Pancasila, Mahasiswa Diajak Perkuat Jiwa Kebangsaan

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Universitas Dharma Indonesia (UNDHI) kembali menggelar Diskusi Publik bertema “Memahami Kembali Sejarah Perumusan Pancasila Secara Komprehensif dan Refleksi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Perekat Persatuan Bangsa”.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus UNDHI, Jalan Raya Serang, Desa Sukanagara, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (6/6/2026) dihadiri oleh Ratusan Mahasiswa, Akademisi, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Dharma Indonesia (IKA UNDHI) Yan Masni, SH.MH yang diwakli oleh Sekretaris Herman Setiawan, SH.MH, Perwakilan Pemerintah Daerah, Pengurus LKBH UNDHI, Karang Taruna, Pengurus BEM, serta sedret tamu undangan lainnya.

BACA JUGA :

Rektor UNDHI, Assoc. Prof. Agus Prihartono, SH., MH., mengajak seluruh peserta untuk kembali menengok momentum bersejarah pada 1 Juni 1945 saat Ir. Soekarno menyampaikan pidato monumental dalam sidang BPUPKI yang melahirkan gagasan dasar negara Pancasila.

Menurut Agus, Bung Karno merupakan pencetus nama sekaligus penggagas konseptual Pancasila yang kemudian disempurnakan melalui musyawarah para pendiri bangsa dengan mengedepankan semangat persatuan.

“Melalui forum ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami Pancasila secara akademis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, toleransi, dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujar Agus.

Diskusi publik tersebut dipandu oleh Suandi, SH., MH., Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) UNDHI sekaligus dosen Fakultas Hukum yang bertindak sebagai moderator.

Dalam pengantarnya, Suandi menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya refleksi historis terhadap proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

“Forum ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang untuk menggali kembali nilai-nilai filosofis yang melandasi berdirinya bangsa Indonesia,” ungkap Suandi.

Ia menambahkan, pemahaman yang utuh terhadap sejarah bangsa sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan global.

Menurutnya, Pancasila bukan hanya dokumen dasar negara atau teks ideologi semata, melainkan pedoman hidup yang harus menjadi landasan dalam kebijakan, kehidupan sosial, serta pembangunan nasional demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pancasila adalah perekat bangsa yang mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan menjadikannya sebagai panduan hidup, persatuan nasional akan tetap terjaga dengan kokoh,” jelasnya.

Sesi pemaparan materi diawali oleh Direktur Lembaga Ilmu Pertahanan Pancasila, Syaiful Arif, SH., M.Hum., Ph.D., yang mengulas secara komprehensif sejarah kelahiran, perumusan, hingga pengesahan Pancasila sebagai dasar negara.

Ia berharap generasi muda, khususnya mahasiswa UNDHI, dapat memahami sejarah Pancasila secara utuh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

“Kami berharap mahasiswa memiliki pemahaman yang kuat terhadap sejarah lahirnya Pancasila sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan zaman dengan tetap berpegang pada jati diri bangsa,” katanya.

BACA JUGA :

Narasumber kedua, Dekan Fakultas Hukum UNDHI, Dr. Muhammad Chotib, SH., MH., membedah Pancasila dari perspektif hukum dan ketatanegaraan. Ia menjelaskan bagaimana nilai-nilai yang dirumuskan para pendiri bangsa bertransformasi menjadi fondasi hukum nasional.

“Melalui pemahaman ini, mahasiswa dapat melihat bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang menjadi landasan dalam penyelenggaraan negara,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang melibatkan mahasiswa dan para narasumber. Diskusi publik ini diharapkan semakin memperkuat komitmen kebangsaan civitas akademika UNDHI serta masyarakat dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (fit/dam)