Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani dan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dr. Ivan Yustiavandana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) di Sekolah Khusus Negeri (SKhN) 1 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Balaraja, Kamis (16/7/2026).
Program MBG tersebut didukung melalui dana CSR perusahaan swasta bekerja sama dengan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PPATK, Kejaksaan Agung RI, Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian yang luar biasa kepada masyarakat Kabupaten Tangerang. Sekolah ini berdiri di atas lahan hibah Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemerintah Provinsi Banten agar dapat dibangun menjadi sekolah khusus. Alhamdulillah saat ini telah menampung sekitar 290 siswa dan jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Maesyal Rasyid.
Menurutnya, Program MBG menjadi bagian penting dalam mendukung proses pendidikan sekaligus tumbuh kembang peserta didik agar mampu belajar secara mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Ia juga menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, pelayanan, dan kesempatan yang setara.
“Mereka mungkin berbeda secara fisik ataupun cara belajar, tetapi mereka adalah bagian dari kehidupan kita, ciptaan Tuhan yang memiliki hak yang sama. Tugas kita adalah saling menyayangi, menghormati, dan memberikan kesempatan terbaik bagi mereka untuk meraih masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan 24 Tahun Gerakan Nasional Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (Gernas APU PPT) yang mengusung tema “Indonesia Anti Pencucian Uang 24 Karat.”
Ia mengatakan pelaksanaan Program MBG di SKhN 1 Kabupaten Tangerang menjadi contoh kolaborasi yang didanai sepenuhnya melalui CSR perusahaan swasta, yaitu Grab, OVO, dan Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Program makan bergizi gratis ini dibiayai murni oleh CSR perusahaan, bukan dari APBN. Kami berharap model kolaborasi seperti ini dapat menjadi benchmark nasional dalam mendukung pelaksanaan Program MBG,” ujar Ivan.
Ivan menambahkan, kepedulian terhadap anak-anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif.
“Kita harus memuliakan saudara-saudara kita yang luar biasa. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang harus terus kita dukung. PPATK siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh mitra untuk memperluas gerakan kepedulian ini,” imbuhnya.
Ketua Yayasan Inklusi Pelita Bangsa, Cahaya Mantovani, menyampaikan apresiasi kepada PPATK, para donatur, dan seluruh mitra yang telah mendukung pelaksanaan Program MBG bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan cara belajar yang berbeda sehingga seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama untuk menghadirkan lingkungan yang inklusif.
“Program MBG berbasis CSR ini menjadi bentuk kasih sayang sekaligus investasi masa depan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Kami berkomitmen menjalankan program ini secara berkelanjutan sebagai dukungan terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto,” ujar Cahaya.
Ia berharap semakin banyak pihak berpartisipasi dalam membangun ekosistem yang inklusif sehingga seluruh anak Indonesia, termasuk anak berkebutuhan khusus, memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan. (fit/dam)