Cegah Stunting dari Hulu, Pemkot Tangsel Perkuat Layanan Kesehatan

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan stunting sejak tahap awal kehidupan melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

Melalui Dinas Kesehatan bersama perangkat daerah terkait, Pemkot Tangsel mengoptimalkan berbagai intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di Posyandu, pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan keluarga berisiko stunting melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut dilakukan untuk memastikan intervensi tepat sasaran dan menjangkau masyarakat secara menyeluruh.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum anak lahir melalui penguatan layanan kesehatan bagi ibu dan anak.

“Pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, bahkan sejak masa persiapan kehamilan. Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan, pemenuhan gizi, serta akses layanan kesehatan yang optimal. Dengan intervensi yang dilakukan sejak dini, kita berharap setiap anak di Tangerang Selatan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara maksimal,” ujar Benyamin, dikutip Wartawan, Kamis (16/7/2026)

Menurut Benyamin, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga memerlukan partisipasi masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu dan fasilitas kesehatan.

Selain memperkuat layanan kesehatan, Pemkot Tangsel juga terus mengintensifkan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari intervensi promotif dan preventif untuk mencegah stunting sejak dini.

Benyamin menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Investasi terbaik untuk masa depan Kota Tangerang Selatan adalah memastikan anak-anak kita tumbuh sehat sejak dalam kandungan hingga memasuki usia emas pertumbuhan. Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” tutupnya. (mas/dam)