HMI Resmikan Cabang Istimewa Mesir, Ihyasunan Terpilih Formateur

Mesir, perisaitangerang.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) resmi menambah satu cabang baru di kancah internasional. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) pertama yang digelar secara hybrid dari Mesir dan Indonesia, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengesahkan berdirinya HMI Cabang Istimewa Mesir sebagai wadah kaderisasi, konsolidasi intelektual, serta penguatan nilai keislaman dan keindonesiaan bagi mahasiswa Indonesia di Mesir.

Pengesahan ini menjadi langkah baru bagi diaspora mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, terutama di Mesir, untuk menghadirkan ruang organisasi yang lebih sistematis, progresif, dan terarah sesuai nilai dasar perjuangan HMI.

Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan, menyambut positif hadirnya cabang baru tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari kekuatan intelektual HMI.

“Pembentukan HMI Cabang Istimewa Mesir bukan hanya penambahan cabang, tetapi peneguhan peran HMI di pusat-pusat pemikiran dunia. Kami berharap cabang ini menjadi ruang berkumpulnya kader-kader terbaik yang siap kembali dan berkontribusi bagi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/25).

Pada Muscab perdana itu, peserta musyawarah secara mufakat menetapkan Ihyasunan sebagai Formateur Terpilih HMI Cabang Istimewa Mesir. Penetapan ini memberikan mandat penuh kepada Ihyasunan untuk menyusun kepengurusan serta merumuskan arah gerak strategis cabang baru tersebut.

Dalam sambutannya, Ihyasunan menyampaikan bahwa pendirian cabang ini merupakan ikhtiar kolektif untuk membumikan nilai keislaman dan keindonesiaan di tengah komunitas mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Cabang ini lahir dari kesadaran bersama untuk menghadirkan ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang pulang bagi seluruh kader. Harapannya, HMI Cabang Istimewa Mesir menjadi mercusuar bagi mahasiswa agar ketika kembali ke Indonesia, mereka hadir dengan kapasitas, karakter, dan kontribusi nyata,” katanya.

PB HMI berharap kehadiran cabang ini dapat menjadi simpul strategis dalam memperkuat peran mahasiswa Indonesia di luar negeri—baik dalam bidang intelektual, sosial, keagamaan, maupun kebangsaan.

Pendirian cabang ini juga menjadi tonggak penting bagi kader HMI di Mesir untuk memperluas kiprah, memperdalam tradisi kajian, serta menjaga kesinambungan perjuangan organisasi di tingkat internasional. (wis/dam)