Serang, perisaitangerang.com – Suasana upacara di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (27/04/2026), berlangsung berbeda. Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, membuka amanatnya dengan pertanyaan kepada peserta apel.
“Siapa bos kita?” tanya Dimyati.
“Rakyat,” jawab peserta upacara.
“Siapa yang bayar kita?” lanjutnya.
Peserta upacara kembali menjawab, “Rakyat.”
Momen tersebut menjadi penegasan dalam Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX tingkat Provinsi Banten. Menurut Dimyati, otonomi daerah bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa pemerintah bekerja untuk masyarakat.
“Rakyat adalah bos kita. Kita digaji oleh rakyat. Maka berikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan setiap aparatur sipil negara (ASN) memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan publik yang optimal, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dimyati juga mengingatkan agar ASN tidak bekerja secara pasif serta meningkatkan produktivitas dan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan kepada rakyat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pelibatan masyarakat dalam seluruh proses pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan. Menurutnya, partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Kita tidak boleh terus bergantung pada pemerintah pusat. Potensi daerah harus dipetakan dan dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga menyampaikan amanat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Sinkronisasi tersebut diwujudkan melalui langkah strategis, antara lain integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil dengan dukungan digitalisasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, kolaborasi antarwilayah, fokus pada layanan dasar, serta penguatan stabilitas daerah.
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX ini diikuti oleh pimpinan tinggi madya dan seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten. (wis/mas/dam)