Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi meningkatkan budaya baca di masyarakat. Menurutnya, literasi perlu menjadi gerakan bersama yang ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan Tinawati saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka kegiatan Capacity Building Pustakawan se-Banten di Hotel Novotel BSD, Kabupaten Tangerang.
Tinawati mengatakan, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi juga berkembang menjadi ruang belajar, berkarya, berkolaborasi, dan mendorong lahirnya inovasi.
“Menumbuhkan minat-minat baca sejak dini, terutama dalam keluarga,” kata Tinawati, dikutip Wartawan, Selasa (30/6/2026).
Ia juga mendorong para pustakawan untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Pustakawan dituntut meningkatkan kapasitas dirinya dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan Bank Indonesia Institute, Senorita Pritaningrum, mengatakan perkembangan teknologi digital menuntut peningkatan kompetensi pustakawan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi yang cepat dan akurat.
“Kami menyadari bahwa di era disrupsi digital saat ini, perpustakaan tidak lagi hanya sekadar menjadi ruang koleksi buku atau tempat membaca yang nyaman yang harus kita siapkan, tapi juga dituntut untuk bisa bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan juga sumber ilmu pengetahuan yang mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi,” katanya.
Menurut Senorita, kegiatan capacity building tersebut juga mengintegrasikan pemahaman mengenai teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Capacity building mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi artificial intelligence,” tandasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi tetap harus diimbangi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Itulah mengapa penguatan growth mindset menjadi krusial. Kita membutuhkan para pustakawan yang tidak hanya ahli dalam mengelola sistem, tapi juga memiliki mentalitas yang terbuka terhadap perubahan, kreatif dalam memecahkan masalah, dan memiliki semangat untuk bisa terus belajar,” kata Senorita.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Rawindra Ardiansyah, menjelaskan kegiatan Capacity Building Pustakawan berlangsung pada 29–30 Juni 2026 secara hybrid, yaitu luring dan daring, dengan peserta dari berbagai instansi perpustakaan di Provinsi Banten.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pustakawan, termasuk dalam pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pelayanan perpustakaan.
“Kemajuan teknologi seperti AI atau Artificial Intelligence itu sudah harus kita manfaatkan untuk kita bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kita, kemudian juga akses informasinya. Kemudian, kita ciptakan layanan-layanan perpustakaan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Rawindra. (wis/mas/dam)