Petani di Bayah Bernafas Lega Dapatkan Akses Pengairan

Lebak, perisaitangerang.com – Petani di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya, akses pengairan ke areal persawahan kini mulai didapat melalui aliran sungai Cidikit yang kini mulai dilakukan pengerukan atau normalisasi setelah sebelumya mengalami pendangkalan.

Selama ini, akses pengairan di persawahan Desa Bayah Barat dan Bayah Timur kurang lancar pasokannya, karena kerap mengandalkan air sungai. Karena itu, untuk mendapatkan pasokan air, masyarakat melakukan pengerukan sungai Cidikit.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bayah, Ujang Giri mengatakan, masyarakat melakukan normalisasi sungai Cidikit dengan cara gotong royong dengan melibatkan berbagai stakeholder mulai dari pengusaha, kepala desa, masyarakat dan unsur anggota DPRD Lebak. Normalisasi sungai itu dilakukan agar pasokan air ke sawah yang berada dari sungai dapat mengalir lancar ke areal pertanian milik warga.

“Normalisasi sungai Cidikit ini dilakukan agar pasokan air ke areal persawahan milik warga dapat terealisasi dengan baik. Saat ini memang sungai mengalami pendangkalan, dan terjadi penyumbatan karena tumpukan material batu, pasir dan lain lain, oleh karena itu masyarakat melakukan pengerukan,” kata Ujang Giri yang juga anggota DPRD Lebak, Senin (28/7/25).

Kata Ujang Giri, untuk melakukan normalisasi sungai Cidikit itu diperlukan alat berat jenis excavator untuk mengeruk berbagai material yang menumpuk disepanjang sungai. Karena itu, masyarakat berupaya untuk menyediakan alat berat, beruntung kata Ujang, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan yaitu PT Samudera Banten Jaya (SBJ) bersedia menyiapkan satu unit alat berat, dengan begitu, normalisasi sungai yang dilakukan menjadi lebih mudah.

Normalisasi sungai Cidikit itu, lanjut Ujang, merupakan bukti jika pembangunan dapat terwujud jika dilakukan bersama sama tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah. Kemitraan seperti yang dilakukan masyarakat Bayah itu menandakan jika pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.

“Dibutuhkan kemitraan antara masyarakat, perangkat desa dengan perusahaan, terutama yang beroperasi di wilayah Bayah, agar problematika rakyat bisa diselesaikan secara bersama,” ucap Ujang Giri.

Sementara itu, Humas PT Samudera Banten Jaya (PT SBJ), Nurjaya Ibo membenarkan, jika pihaknya membantu petani di Kecamatan Bayah guna mendapatkan akses pengairan ke areal persawahan. Bantuan yang diberikan perusahaan sesuai dengan permintaan dari masyarakat, yakni pengadaan alat berat jenis excavator untuk mengangkut material yang menumpuk di sepanjang sungai Cidikit.

Nurjaya berharap, jika bantuan alat berat untuk pengerukan material sungai itu dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup para petani. Mengingat, perusahaan berkomitmen untuk bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kami menyadari betul pentingnya air bagi kelangsungan pertanian warga. Ketika akses air terganggu, yang terdampak bukan hanya hasil panen, tapi juga kehidupan banyak keluarga. Itulah mengapa kami langsung mengambil tindakan. Ini bukan bentuk bantuan, ini adalah bentuk tanggung jawab sosial,” ujar Nurjaya.

Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melakukan normalisasi sungai Cidikit. Kata dia, kurang pasokan air ke areal persawahan merupakan salah satu keluhan warga, karena itu kegiatan normalisasi sungai dinilai sangat bermanfaat. (wis/tmn/dam)