Pemprov Banten Rekonstruksi Jalan Teluknaga–Dadap, Warga Sambut Positif

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Masyarakat menyambut positif pelaksanaan rekonstruksi ruas Jalan Teluknaga–Dadap, Kabupaten Tangerang, yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Perbaikan jalan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak.

Apresiasi tersebut disampaikan David (32), warga Dadap, saat Gubernur Banten Andra Soni meninjau pelaksanaan rekonstruksi ruas Jalan Teluknaga–Dadap, Selasa (14/7/2026).

“Warga sangat bahagia ketika Pemerintah Provinsi Banten merekonstruksi ruas jalan Teluknaga–Dadap dengan konstruksi beton,” katanya.

David berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga arus lalu lintas kembali lancar dan kemacetan dapat berkurang.

“Diharapkan cepat selesai agar lalu lintas lancar dan tidak macet-macetan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penanganan Jalan Teluknaga–Dadap menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Banten pada Tahun Anggaran 2026.

“Alhamdulillah, hari ini kita meninjau secara langsung pelaksanaan penanganan Jalan Teluknaga–Dadap,” kata Andra Soni usai meninjau rekonstruksi ruas jalan tersebut.

Menurut Andra Soni, pada APBD Murni Tahun Anggaran 2026, Pemprov Banten mengalokasikan sekitar Rp6 miliar untuk menangani 750 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan berat. Pekerjaan tersebut akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan dengan alokasi anggaran sekitar Rp11 miliar.

“Tahun ini kita menangani di APBD Murni TA 2026 ini, kita menangani 750 meter jalan yang rusak berat dengan nilai sekitar Rp6 miliar dan kemudian nanti di perubahan kita akan lanjutkan dengan nilai Rp11 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rekonstruksi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memperbaiki ruas Jalan Teluknaga–Dadap yang sepanjang sekitar 8 kilometer, khususnya pada segmen yang mengalami kerusakan berat.

“Harapan kita adalah bagaimana kita bisa menangani jalan sepanjang 8 kilometer ini, khusus yang dalam keadaan rusak berat,” ujarnya.

Selama proses pembangunan berlangsung, Andra Soni mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan dan mendukung kelancaran pelaksanaan proyek.

“Harapan kita kepada pengguna jalan untuk berhati-hati selama proses pembangunan dan mohon dukungannya agar pembangunannya segera selesai dan jalannya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” katanya. (rik/dam)