Orienteering FORNAS VIII NTB: Debi Julio Mahasiswa Global Institute Tunjukkan Aksi Lari Bernavigasi di Lintasan Koordinat

Nusa Tenggara Barat, perisaitangerang.com – Debi Julio, Mahasiswa Teknik Informatika dari Global Institute, tampil sebagai wakil kampus Global Institute dan FONI Provinsi Banten di Tingkat Nasional dalam cabang olahraga Orienteering pada FORNAS VIII yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Debi menjadi satu dari ribuan pegiat olahraga yang ambil bagian dalam ajang akbar yang berlangsung mulai 26 Juli hingga 1 Agustus 2025.

Berlangsung di venue sekitar Universitas Mataram, cabang Orienteering mempertemukan peserta dari berbagai kota/kab, provinsi dan institusi di seluruh Indonesia. Debi tampil di nomor Sprint Distance Cross-Country dan Maze Orienteering, salah satu kategori yang menuntut kecepatan dan akurasi navigasi di medan terbuka.

“Terima Kasih. FORNAS bagi saya adalah panggung untuk bertumbuh dan berbagi semangat dengan Orienteer dari seluruh Indonesia, Saya ingin finish dengan waktu terbaik, dan memperkenalkan Orienteering sebagai olahraga yang keren dan mendidik. Ini olahraga yang butuh otak dan fisik—kita harus cepat berpikir sambil lari di alam terbuka.” ungkap Debi kepada wartawan usai menyelesaikan heat pertamanya, Rabu (30/7).

Sebagai atlet muda, Debi tidak asing dengan persaingan di lintasan. Ia sebelumnya meraih juara pada ajang Orienteering tingkat nasional, Dalam FORNAS VIII kali ini, Debi menyatakan targetnya bukan hanya mencetak waktu terbaik, tetapi juga memperkenalkan olahraga orienteering sebagai pilihan yang edukatif dan menantang bagi generasi muda.

“Orienteering itu unik. Kita butuh otak, insting, dan fisik. Lari cepat itu penting, tapi kalau salah baca peta, bisa jauh tertinggal. Itu yang bikin olahraga ini seru,” tambahnya.

Pembina Mapala Global Institute, Sahrul, S.Kom, turut memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi mahasiswanya tersebut.

“Kami bangga Debi bisa tampil di panggung nasional. Ia mewakili semangat mahasiswa Global Institute dan juga Provinsi Banten : berprestasi, mandiri, dan adaptif. Semoga ini jadi inspirasi buat yang lain,” katanya.

FORNAS VIII: Meriah, Inklusif, dan Bernuansa Budaya

Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025 resmi dibuka Sabtu (26/7) malam. Pembukaan ditandai dengan penyerahan anak panah yang dilakukan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat kepada atlet panahan berkuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB) Arum Nazlus Shobah yang diikuti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal.

Sebanyak 18.000 peserta dari 38 provinsi berpartisipasi dalam 74 cabang olahraga masyarakat (INORGA). Penyelenggaraan tersebar di 36 venue di lima kabupaten/kota, dengan berbagai nomor kompetisi seperti senam, e-sport, skateboarding, beladiri tradisional, hingga orienteering.

Event ini bukan hanya panggung prestasi, tetapi juga mendorong sport tourism. Menurut panitia, FORNAS VIII diperkirakan menyumbang dampak ekonomi lebih dari Rp800 miliar, dengan ribuan UMKM, penginapan, dan layanan transportasi lokal ikut terlibat.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyebut bahwa pelaksanaan cabang Orienteering di Universitas Mataram menunjukkan keterlibatan penuh komunitas lokal dan profesionalisme panitia penyelenggara. Ia menyatakan bahwa FORNAS VIII menjadi momentum kesiapan NTB menyongsong PON XXII/2028, di mana NTB bersama NTT ditunjuk sebagai tuan rumah Gubernur Iqbal menambahkan bahwa keberhasilan event ini memperkuat posisi NTB sebagai destinasi sport tourism nasional dan internasional, sekaligus membuktikan bahwa hampir semua elemen pendukung diorganisir oleh talenta lokal NTB. (dam)