Lebak, perisaitangerang.com – Gelombang tinggi disertai angin kencang melanda perairan selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca ekstrem ini memaksa sejumlah nelayan di wilayah pesisir, khususnya di kawasan Pantai Cihara, menghentikan sementara aktivitas melaut demi menjaga keselamatan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (10/07/2025), puluhan perahu tampak ditambatkan di bibir pantai. Para nelayan memilih menunggu cuaca membaik sambil melakukan aktivitas lain seperti memperbaiki jaring dan peralatan tangkap lainnya.
“Sudah seminggu ini kami tidak bisa melaut karena ombaknya besar dan angin sangat kencang. Kami lebih baik berhenti sementara daripada mengambil risiko,” ujar Anwar (36), salah seorang nelayan setempat.
Anwar mengakui bahwa terhentinya aktivitas melaut berdampak besar pada pendapatan harian para nelayan. Namun, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. “Kita pasrah saja. Untuk kebutuhan sehari-hari, seadanya dulu,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Ketua Paguyuban Nelayan Cihara, Oji. Ia mengatakan bahwa meski cuaca buruk tengah melanda, masih ada sebagian nelayan yang nekat melaut. Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil karena gelombang yang tinggi menyulitkan proses penangkapan ikan.
“Ada yang tetap melaut, tapi hasilnya nihil. Untuk itu kami terus mengimbau agar nelayan mengutamakan keselamatan jiwa. Kondisi laut sangat tidak menentu saat ini,” ujarnya.
Oji berharap kondisi cuaca segera membaik agar nelayan bisa kembali bekerja seperti biasa. Ia juga meminta perhatian dari pihak terkait untuk memberi dukungan, khususnya bagi nelayan yang terdampak secara ekonomi akibat cuaca buruk ini. (wis/tmn/dam)
Photo : Istimewa