Serang, perisaitangerang.com – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. Menurutnya, memuliakan anak yatim merupakan anjuran Rasulullah SAW yang memiliki nilai ibadah bagi umat Islam.
Hal itu disampaikan Dimyati saat menghadiri kegiatan Lebaran 1.000 Yatim dan Duafa yang diselenggarakan BAZNAS Provinsi Banten di Masjid Agung Ats Tsauroh, Kota Serang, Kamis (2/7/2026).
Turut hadir Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyudin bersama Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Fery Hasanudin.
Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan sebagian harta yang dimiliki seseorang terdapat hak bagi anak yatim dan kaum duafa. Karena itu, ia mengajak masyarakat menyalurkan zakat melalui BAZNAS agar penyalurannya lebih terarah.
“Kenapa harus ke BAZNAS? Karena pasti akan tepat sasaran dan tepat guna. Semuanya mendapatkan secara adil dan merata. Kalau sendiri-sendiri bisa saja ada tumpang tindih,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa zakat dan sedekah merupakan bagian dari amal yang bernilai sebagai bekal di akhirat.
“Ada tiga amalan yang akan terus mengalir kepada kita ketika sudah meninggal, pertama ilmu yang bermanfaat, doa dari anak saleh dan amal jariyah. Poin ketiga inilah yang sekarang sedang kita laksanakan,” ujarnya.
Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan program Lebaran 1.000 Yatim dan Duafa yang digelar BAZNAS Provinsi Banten. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun disalurkan kepada pihak yang berhak menerima.
“Dan saya minta membantu anak-anak yatim dan duafa itu bisa dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya di momen-momen seperti ini saja,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten Fery Hasanudin mengatakan program tersebut menyalurkan bantuan kepada 1.000 anak yatim dan duafa yang berasal dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai, makanan, paket alat tulis kantor (ATK) beserta tas, Al-Qur’an, serta bantuan bagi para pendamping dari masing-masing daerah.
“Bantuan juga diberikan kepada para pendamping dari masing-masing daerah,” katanya.
Fery menjelaskan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut 10 Muharam atau Hari Asyura yang dalam tradisi Islam identik dengan anjuran menyantuni anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
“Selain dianjurkan puasa sunah, di tanggal itu juga kita dianjurkan untuk menyantuni anak yatim,” katanya. (wis/mas/dam)