Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, resmi membuka layanan hemodialisa (cuci darah) sebagai upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di wilayah utara Kabupaten Tangerang.
Direktur RSUD Pakuhaji, dr. Ummie Kulsum, HDL, menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas suport dan dukungan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang serta kepala Dinas Kesehatan sehingga layanan hemodialisa dapat direalisasikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras merealisasi pembukaan layanan hemodialisa tersebut.
Menurutnya, kehadiran layanan hemodialisa merupakan bentuk komitmen RSUD Pakuhaji dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang semakin berkembang.
“Tujuan utama dibukanya layanan hemodialisa adalah memberikan kemudahan akses, pelayanan yang lebih cepat, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di wilayah utara,” ujar dr. Ummie, dikutip Wartawan, kamis (9/7/2026)
Ia menjelaskan, hemodialisa merupakan terapi pengganti fungsi ginjal dengan menggunakan mesin dialisis untuk menyaring limbah metabolisme, racun, dan kelebihan cairan dalam darah ketika ginjal tidak lagi mampu menjalankan fungsinya. Terapi ini diberikan kepada pasien dengan gagal ginjal akut maupun penyakit ginjal kronis stadium lanjut sesuai indikasi medis.
Saat ini, RSUD Pakuhaji menyediakan sembilan unit mesin hemodialisa, terdiri atas delapan mesin di ruang hemodialisa dan satu mesin di ruang Intensive Care Unit (ICU). Layanan beroperasi setiap Senin hingga Sabtu, pukul 08.00–14.00 WIB.
Selain itu, layanan tersebut telah memperoleh perizinan dari Kementerian Kesehatan dan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sehingga dapat diakses oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan yang berlaku.
dr. Ummie juga mengajak seluruh tenaga kesehatan yang bertugas untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan penuh empati.
“Mari kita jaga amanah ini dengan memberikan dedikasi, integritas, dan profesionalisme yang tinggi. Pelayanan yang berkualitas lahir dari kerja sama yang baik dan pelayanan yang dilakukan dengan sepenuh hati,” katanya.
Ia berharap layanan hemodialisa di RSUD Pakuhaji dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Semoga langkah awal ini menjadi awal yang baik bagi kita semua dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pasien hemodialisa, Ahmad Yani, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya layanan cuci darah di RSUD Pakuhaji karena jaraknya jauh lebih dekat dari tempat tinggalnya.
“Sebelumnya saya menjalani cuci darah di RS Sitanala dengan waktu tempuh sekitar 40 menit dari rumah di Kampung Rawa Badak, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji. Sekarang cukup sekitar lima menit menuju RSUD Pakuhaji. Alhamdulillah, tentu ini sangat memudahkan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan manajemen RSUD Pakuhaji atas dibukanya layanan tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, dan Ibu dr. Ummie atas hadirnya fasilitas cuci darah ini. Menurut saya, perkembangan RSUD Pakuhaji sangat pesat dan kehadiran layanan ini sangat membantu masyarakat. Dan kebetulan Direktur Rumah Sakitnya putri daerah, jadi enak masyarakat kalau ada apa – apa,” pungkas Ahmad Yani. (fit/dam)