PDIP Kota Tangerang Bentuk Kekuatan Baru

Kota Tangerang, perisaitangerang.com – PDI Perjuangan Kota Tangerang melaksanakan musyawarah ranting dan pelantikan pengurus ranting secara serentak di seluruh wilayah Kota Tangerang pada Sabtu hingga Minggu.

Sebanyak 104 kepengurusan ranting dari 13 kecamatan ditetapkan dan dilantik dengan total 936 kader yang akan mengisi struktur kepengurusan. Masing-masing ranting terdiri dari sembilan orang pengurus yang disiapkan menjadi ujung tombak penguatan partai hingga tingkat akar rumput.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Gatot Wibowo, mengatakan musyawarah ranting menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah.

“Pembentukan struktur pengurus ranting merupakan bagian penting dari konsolidasi organisasi. Ini untuk memperkuat basis partai hingga ke tingkat paling bawah,” ujar Gatot, Minggu (24/5/2026).

Menurutnya, setelah proses pembentukan pengurus ranting selesai, partai akan melanjutkan tahapan musyawarah anak ranting di tingkat RT/RW serta pembentukan badan dan sayap partai.

Gatot menambahkan, dalam penyusunan kepengurusan partai, pihaknya menerapkan prinsip keterwakilan perempuan dan generasi muda.

“Kami mengakomodir kader yang berpengalaman, perempuan, dan anak-anak muda. Dari sembilan pengurus ranting, minimal tiga orang adalah perempuan dan harus ada Gen Z atau milenial,” katanya.

Ia juga mengingatkan para kader untuk menjaga disiplin dan soliditas organisasi dalam menjalankan tugas kepartaian.

“Kita sebagai kader harus disiplin, loyal, dan ikhlas. Kalau partai sudah memutuskan, wajib kita melaksanakan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Hendri Zen, menyebut konsolidasi internal tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penyegaran organisasi pasca Pemilu 2024.

“Momentum ini menjadi langkah strategis untuk kembali merapatkan barisan dan memperkuat soliditas partai menghadapi agenda politik mendatang,” ujar Hendri.

Ia menilai pengurus ranting dan anak ranting memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Ranting dan anak ranting harus dekat dengan masyarakat, mengetahui persoalan rakyat, serta hadir membantu berbagai masalah seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan persoalan lainnya,” pungkasnya. (tmn/dam)