Serang, perisaitangerang.com – Gubernur Banten, Andra Soni, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Banten, Kemarin.
Dalam laporannya, Andra Soni menyampaikan bahwa sejumlah indikator makro pembangunan di Provinsi Banten menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Salah satu indikator tersebut adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 77,25 atau meningkat 0,90 poin, serta berada di atas rata-rata nasional sebesar 75,90. Capaian ini menempatkan Banten dalam kategori provinsi dengan IPM tinggi.
“IPM itu terbentuk dari dimensi umur panjang, sehat, pengetahuan dan pengeluaran per kapita. Untuk menjaga pertumbuhan IPM dengan cakupan yang sangat luas tersebut, memposisikan Provinsi Banten untuk senantiasa menjaga sinergisitas dan sinkronisasi pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota,” ungkapnya, dikutip wartwan, Rabu (1/4/2026)
Menurutnya, IPM dipengaruhi oleh beberapa dimensi, antara lain kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat, sehingga memerlukan sinergi lintas sektor dan tingkatan pemerintahan.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Banten tercatat sebesar 5,37 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri pengolahan yang berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Pada periode yang sama, PDRB per kapita Banten mencapai Rp74,67 juta dengan kontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 3,96 persen. Kondisi tersebut mencerminkan peningkatan aktivitas ekonomi, terutama dari konsumsi rumah tangga.
Di bidang ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 6,63 persen, menurun dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 7,02 persen.
Penurunan tersebut, menurut Andra, didukung oleh berbagai program, antara lain penguatan pendidikan vokasi, pelatihan kerja, perluasan kesempatan kerja, serta pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sementara itu, tingkat kemiskinan di Banten menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari 6,17 persen pada 2023 menjadi 5,70 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 5,51 persen pada 2025. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 8,47 persen.
Selain itu, rasio gini Banten tercatat sebesar 0,312 yang menunjukkan tingkat ketimpangan relatif terkendali. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan data nasional tahun 2024 sebesar 0,375.
Dari sisi stabilitas harga, inflasi Banten pada 2025 tercatat sebesar 2,74 persen dan dinilai terkendali.
Adapun Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) mencapai 69,12 poin dari target 66,92 poin, atau setara dengan capaian kinerja 103,2 persen dan berada pada kategori sedang.
Menurut Andra, capaian IKLH dipengaruhi oleh kualitas udara, kualitas air, kualitas air laut, serta tutupan lahan. (wis/mas/dam)