Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Sebanyak 250 mahasiswa Global Institute diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang. Para mahasiswa tersebut dibagi menjadi 20 kelompok dan ditempatkan di empat kecamatan, yakni Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan Timur, dan Rajeg.
Kegiatan KKN menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami berbagai potensi serta kebutuhan di wilayah tempat mereka mengabdi.
Rektor Global Institute, Assoc. Prof. Dr. H. Dedi Royadi, M.Si., mengatakan KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“KKN bukan hanya bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat, memahami persoalan yang ada, serta memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki,” ujar Rektor Dedi Royadi.

Salah satu kelompok yang melaksanakan program pengabdian yakni Kelompok 19 Global Institute. Kelompok tersebut menjalankan rangkaian kegiatan KKN di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, selama 31 Agustus hingga 20 September 2026.
Kegiatan mengusung tema “Optimalisasi Potensi Desa Pondok Kelor Berbasis Teknologi Digital dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat.”
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) 1, Nova Teguh Sunggono, M.Kom., menjelaskan program KKN Kelompok 19 dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat, meliputi bidang pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, lingkungan, hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Senada, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) 2, Siti Maisaroh, S.S., M.Pd mennambahkan, Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan desa. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat.

Tingkatkan Kemampuan Administrasi Siswa
Di bidang pendidikan, mahasiswa KKN memberikan pelatihan dasar Microsoft Word dan Microsoft Excel kepada siswa. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterampilan administrasi dan kemampuan menggunakan perangkat lunak komputer.
Materi Microsoft Word meliputi teknik mengetik dokumen, mengatur jenis dan ukuran huruf, paragraf, pembuatan judul hingga penyimpanan dokumen. Sementara Microsoft Excel mencakup pembuatan tabel, pengisian data, pengaturan kolom dan baris, serta penggunaan rumus sederhana.
Melalui pelatihan tersebut, siswa diharapkan mampu membuat dokumen dan mengolah data sederhana secara mandiri untuk mendukung kegiatan pembelajaran maupun administrasi.
Edukasi Keuangan dan Literasi Digital
Mahasiswa juga memberikan edukasi keuangan dan literasi digital sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko pinjaman online ilegal.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai perbedaan pinjaman online legal dan ilegal, cara memeriksa legalitas penyelenggara melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta risiko bunga, denda dan penyalahgunaan data pribadi.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Gelar Skrining Kesehatan Gratis
Di bidang kesehatan, mahasiswa KKN bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan INLAB Laboratorium Klinik menggelar skrining kesehatan gratis di Kantor Desa Pondok Kelor, Minggu (20/9/2026).
Warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sebagai upaya deteksi dini risiko hipertensi dan diabetes. Kegiatan juga diisi dengan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sekitar 75 warga mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Dorong Digitalisasi UMKM
Program lainnya berupa pendampingan digitalisasi UMKM melalui pembuatan dan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Mahasiswa mendampingi pelaku UMKM mulai dari sosialisasi manfaat pembayaran digital, proses pendaftaran, melengkapi dokumen, hingga cara memantau transaksi yang masuk.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pemahaman digital, jaringan internet yang belum stabil, serta sebagian pelaku usaha yang belum memiliki rekening bank.
Kendala tersebut diatasi melalui pendampingan secara personal dan bertahap. Program mendapat respons positif dari pelaku UMKM karena dinilai membantu mereka beradaptasi dengan sistem transaksi non-tunai.
Edukasi Pencegahan Bullying
Mahasiswa KKN Kelompok 19 juga menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SD Cemerlang Nasional School.
Para siswa diajak memahami bentuk dan dampak perundungan serta cara mencegah dan melaporkan tindakan bullying. Kegiatan dikemas melalui diskusi interaktif dan permainan edukatif agar materi lebih mudah dipahami siswa.

Bangun Website Desa
Di bidang teknologi informasi, mahasiswa membantu membangun website Desa Pondok Kelor sebagai media informasi dan publikasi desa.
Website tersebut memuat profil desa, struktur pemerintahan, potensi wilayah, kegiatan masyarakat hingga informasi UMKM lokal. Situs kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Mahasiswa juga membantu menyediakan media informasi visual melalui pembuatan denah dan peta Desa Pondok Kelor.
Peta tersebut memuat batas wilayah desa, akses jalan, area pertanian dan lahan, serta sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, kantor desa, BUMDes dan gapura.
Penyusunan peta dilakukan melalui koordinasi dengan perangkat desa untuk memperoleh data wilayah, batas administrasi, jalan dan fasilitas umum. Data tersebut kemudian diolah menggunakan citra satelit dan informasi administrasi desa dengan skala 1:25.000.
Setelah dicetak, peta dipasang di lokasi yang telah disepakati bersama perangkat desa agar dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pendatang sebagai media informasi wilayah.
Perangkat Desa Pondok Kelor memberikan tanggapan positif terhadap keberadaan peta tersebut karena dapat menjadi salah satu media informasi mengenai kondisi dan fasilitas desa.
Diharapkan Berkelanjutan
Mahasiswa KKN Kelompok 19 berharap berbagai program yang telah dilaksanakan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat bersama pemerintah Desa Pondok Kelor.
Program tersebut meliputi digitalisasi UMKM, pengembangan website desa, edukasi kesehatan, literasi keuangan dan digital, hingga penyediaan peta desa.
Keberlanjutan program diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan potensi Desa Pondok Kelor. (rik/dam)