Bupati Tangerang Gerak Cepat Tangani Banjir di Desa Patrasana dan Kandawati

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang dan Dandim 0510/Tigaraksa meninjau langsung dua lokasi terdampak banjir, yakni Desa Patrasana, Kecamatan Kresek, dan Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Rabu (28/1/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Tata Ruang, Direktur Utama PDAM Tirta Kerta Raharja, unsur Forkopimcam, serta anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyerahkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.

Bupati Maesyal Rasyid menyatakan, kehadiran pemerintah daerah bersama Forkopimda merupakan bentuk komitmen untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Hari ini kami melihat langsung kondisi banjir di Desa Kandawati dan Desa Patrasana. Kami pastikan penanganannya dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Maesyal Rasyid.

Untuk penanganan jangka pendek di Desa Patrasana, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik berupa 2,5 ton beras, 2,5 kuintal minyak goreng, 2,5 kuintal telur, serta bantuan air minum dari PDAM guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang merencanakan relokasi sekolah dasar yang terdampak banjir serta mencari solusi atas jalan penghubung antar desa yang terputus akibat gerusan Sungai Cidurian.

“Sekolah yang terdampak akan kami carikan lahan baru agar proses belajar mengajar bisa kembali berjalan. Untuk jalan yang terputus, akan dibahas bersama BBWS agar dapat dinormalisasi,” jelasnya.

Bupati juga menyoroti dua rumah warga di Desa Patrasana yang terancam abrasi Sungai Cidurian. Pemerintah daerah akan melakukan kajian serta merelokasi warga ke lahan milik pemerintah desa.

“Dua keluarga akan direlokasi. Kami akan mencarikan solusi terbaik, termasuk kemungkinan memanfaatkan tanah desa dan dukungan pembangunan melalui CSR,” ungkapnya.

Di Desa Kandawati, tercatat sekitar 450 rumah dengan kurang lebih 1.500 warga terdampak banjir. Bantuan logistik kembali disalurkan berupa beras, minyak goreng, air minum, susu bayi, dan kebutuhan lainnya. Distribusi makanan dilakukan melalui dapur umum, sementara layanan kesehatan dari puskesmas disiagakan setiap hari.

Lebih lanjut, pemerintah daerah juga melakukan kajian teknis terhadap fasilitas umum yang terdampak, termasuk bangunan sekolah di Desa Kandawati.

“Untuk SD Kandawati, ada bangunan yang perlu ditinggikan dan ada pula yang harus direlokasi. Saat ini sedang dilakukan kajian teknis agar penanganannya aman bagi anak-anak,” tambahnya.

Bupati berharap banjir segera surut dan seluruh upaya penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dapat berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat tingginya debit air Sungai Cidurian menyusul hujan lebat dengan durasi panjang.

“Langkah teknis yang akan dilakukan meliputi normalisasi alur sungai, perbaikan pintu air yang tidak berfungsi, serta penanganan gorong-gorong yang mengalami pendangkalan. Seluruhnya akan dikoordinasikan dengan BBWS agar penanganannya berkelanjutan,” jelas Iwan. (fit/dam)