Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau secara langsung progres kesiapan pematangan lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Selasa (6/1/2026). Lahan tersebut dipersiapkan untuk pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja. Rombongan meninjau langsung tahapan pematangan dan pemadatan lahan yang menjadi proses awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
“Alhamdulillah, hari ini kami meninjau langsung kesiapan pematangan dan pemadatan lahan TPA Jatiwaringin yang akan dijadikan lokasi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Secara keseluruhan, progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang masih berlangsung merupakan tahap akhir pematangan dan pemadatan lahan. Proses tersebut sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca, mengingat saat ini memasuki musim hujan.
“Memang ada sedikit kendala karena cuaca, namun kami melihat upaya yang dilakukan DLH sudah sangat baik, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah menggunakan geomembran. Ini menjadi langkah positif dalam pengelolaan TPA,” jelasnya.
Bupati menambahkan, setelah seluruh tahapan pematangan dan pemadatan lahan rampung, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan PSEL.
Terkait ketersediaan pasokan sampah, Maesyal Rasyid menegaskan bahwa volume sampah di Kabupaten Tangerang dinilai mencukupi untuk mendukung operasional PSEL.
“Kebutuhan minimal sekitar 1.000 ton sampah per hari. Saat ini, produksi sampah di Kabupaten Tangerang mencapai kurang lebih 2.700 ton per hari. Ke depan, juga akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” ungkapnya.
Ia berharap, pembangunan PSEL di TPA Jatiwaringin dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan.
“Harapannya, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan optimal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya. (fit/dam)