Pandeglang, perisaitangerang.com – Gubernur Banten Andra Soni memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai target dan ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Andra Soni saat meninjau langsung progres pembangunan sekolah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan laporan Kementerian PU, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama telah memasuki tahap pemasangan atap sehingga pekerjaan arsitektur dan penyelesaian interior dapat dipercepat.
“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” kata Andra Soni.
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas. Program tersebut merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Andra Soni menjelaskan, pada Tahun Ajaran 2026/2027 Sekolah Rakyat Pandeglang diproyeksikan menampung sekitar 500 siswa dari berbagai daerah di Provinsi Banten dengan prioritas bagi warga Kabupaten Pandeglang.
Fasilitas yang disediakan meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian PU, Nabil Muhammad, mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak juga menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen, sementara Lebak sekitar 66,42 persen,” ujarnya.
Menurut Nabil, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, dan material. Selain itu, sejumlah pekerjaan arsitektur juga dikerjakan secara paralel guna mengejar target penyelesaian.
Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan, termasuk pembangunan jalan kawasan, dapat rampung pada akhir Juni dan mulai difungsikan pada Juli 2026.
Di sisi lain, proses verifikasi calon siswa masih berlangsung. Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli, mengatakan verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Proses tersebut memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan belajar.
Farhah menjelaskan, kuota siswa untuk jenjang SMA telah terpenuhi. Sementara proses verifikasi untuk jenjang SD dan SMP masih berlangsung karena masih terdapat sejumlah kuota yang belum terisi.
Dengan progres pembangunan yang terus meningkat serta proses seleksi peserta didik yang masih berjalan, Sekolah Rakyat Pandeglang diharapkan dapat mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Provinsi Banten. (wis/mas/dam)