Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Memasuki hari keenam penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengintensifkan upaya pemadaman melalui jalur darat maupun udara. Berbagai langkah dilakukan secara terukur dan terkoordinasi untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan seluruh tahapan penanganan telah dilaksanakan sesuai rencana operasional sejak kebakaran terjadi.
“Selama enam hari ini kita sudah memiliki program penanganan yang terukur. Hari pertama hingga hari keenam seluruh operasional pemadaman terus berjalan. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dengan kendaraan operasional, serta melalui udara dengan dukungan water bombing,” ujar Bupati Maesyal saat meninjau TPA Jatiwaringin, Minggu (5/7/2026).
Menurutnya, operasi water bombing yang melibatkan helikopter BNPB telah memasuki hari keempat dan dinilai efektif menekan titik api di area timbunan sampah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Meski demikian, Bupati menjelaskan masih terdapat kemunculan asap di beberapa titik akibat perubahan arah dan kecepatan angin yang mengarah ke kawasan permukiman.
“Tadi saya melihat langsung dari udara. Karena angin cukup kencang dan bergerak ke arah barat, muncul kembali asap di bagian barat lokasi. Asap ini berpotensi mengarah ke kawasan permukiman, namun kami sudah melakukan antisipasi melalui camat, kepala desa, puskesmas, dan seluruh perangkat terkait. Jika memang diperlukan evakuasi warga, maka akan segera kami lakukan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi kesehatan masyarakat terdampak terus dipantau oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bersama puskesmas setempat. Tim kesehatan disiagakan untuk memberikan pelayanan apabila terdapat warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Terkait rencana Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Pemkab Tangerang masih berkoordinasi dengan instansi terkait. Namun, berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi awan saat ini belum memenuhi syarat untuk pelaksanaan hujan buatan.
“Kami sudah membahas kemungkinan hujan buatan. Namun berdasarkan informasi BMKG, kondisi awan saat ini belum mendukung untuk pelaksanaan TMC. Meski demikian, kami terus berupaya dan fokus pada langkah-langkah pemadaman yang sedang berjalan,” katanya.
Selain pemadaman melalui jalur darat dan udara, penanganan juga diperkuat oleh tim Manggala Agni yang melakukan penyuntikan air ke lapisan bawah timbunan sampah untuk memadamkan bara api.
Bupati menambahkan, status darurat kebakaran telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati sehingga memudahkan percepatan dukungan dari pemerintah pusat dan berbagai instansi terkait.
“Ini merupakan bencana dan sudah kami tetapkan status daruratnya. Alhamdulillah banyak dukungan yang datang dari pemerintah pusat maupun berbagai komponen masyarakat untuk membantu penanganan di lapangan,” ujarnya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan program mitigasi untuk mencegah kebakaran serupa, salah satunya melalui penyiraman rutin di area TPA meski api telah padam.
“Setelah kondisi ini selesai, mitigasi akan tetap kita jalankan. Penyiraman akan dilakukan secara rutin pagi, siang, dan sore hari secara komprehensif di area yang dapat dijangkau. Ini menjadi bagian dari langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran kembali di masa mendatang,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat yang meninjau langsung lokasi kebakaran, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam proses pemadaman.
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan menggunakan teknologi thermal, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
“Alhamdulillah, berdasarkan laporan dari berbagai stakeholder dan hasil pemantauan thermal, kondisi kebakaran di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang mengalami perbaikan yang sangat baik. Jika sebelumnya tingkat panas yang terdeteksi mencapai sekitar 70 persen, saat ini sudah berada di bawah 4 persen. Ini merupakan keberhasilan dan kesuksesan seluruh tim yang bekerja tanpa henti dalam upaya pemadaman api,” ujarnya.
Ia menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Tangerang, BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
“Kami mengapresiasi BNPB, Bupati Tangerang beserta seluruh jajarannya, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, serta berbagai pihak yang telah mengerahkan seluruh kemampuan dan teknologi yang dimiliki,” katanya.
Menurutnya, area yang masih membara kini hanya tersisa sekitar 3,6 persen dan diharapkan seluruh titik panas dapat segera dipadamkan.
“Alhamdulillah saat ini kondisi yang masih membara tinggal sekitar 3,6 persen. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kita berharap malam ini atau paling lambat besok seluruh titik panas dapat mencapai nol persen sehingga kondisi benar-benar terkendali,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pembelajaran bagi seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran di tempat pembuangan akhir.
“Yang paling penting dari kejadian ini adalah menjadi pembelajaran bagi seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melakukan mitigasi dan pencegahan sejak dini. Saat ini kita memasuki musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran di kawasan TPA. Karena itu, langkah antisipasi harus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (fit/dam)