Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, kembali mengunjungi warga terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang mengungsi di Balai Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Minggu malam (5/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk. Dalam kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada para pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang untuk mendoakan agar proses penanganan kebakaran segera tuntas.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang agar api di TPA Jatiwaringin dapat segera padam sepenuhnya dan semoga Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga proses pendinginan dapat berlangsung lebih cepat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, upaya penanganan kebakaran yang dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, relawan, serta berbagai unsur terkait telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Alhamdulillah, kondisi kebakaran saat ini sudah jauh berkurang. Tinggal beberapa titik api yang terus dilakukan proses pendinginan dan pemadaman hingga benar-benar aman,” ujarnya.
Selain memastikan distribusi bantuan logistik berjalan baik, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan para pengungsi. Bupati mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disiagakan di lokasi pengungsian apabila mengalami keluhan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang berada di pengungsian untuk selalu menjaga kesehatan. Jika ada keluhan atau mengalami gangguan kesehatan, segera hubungi petugas medis. Tim kesehatan dari Dinas Kesehatan sudah siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan akan terus mendampingi masyarakat terdampak hingga kondisi benar-benar aman dan aktivitas warga dapat kembali normal.
“Berbagai kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan, serta dukungan psikososial terus diberikan agar para pengungsi tetap merasa aman dan nyaman selama berada di lokasi pengungsian,” imbuhnya. (fit/dam)