Logo HUT ke-33 Dirilis, Pemkot Tangerang Tekankan Kesederhanaan

Kota Tangerang, perisaitangerang.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang Tahun 2026. Mengusung tema “33 Tahun Kota Tangerang, Bersama Melayani, Tiada Henti”, peringatan tahun ini dirancang sederhana, berorientasi sosial, dan bermakna langsung bagi masyarakat.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan bahwa pelaksanaan HUT ke-33 dilakukan dengan kesederhanaan sebagai bentuk empati terhadap musibah yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera, sekaligus komitmen Pemkot Tangerang dalam menerapkan efisiensi dan efektivitas anggaran.

“Peringatan HUT tahun ini kami laksanakan secara sederhana. Ini merupakan bentuk empati dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak musibah, sekaligus komitmen pemerintah untuk mengelola anggaran secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Sachrudin saat konferensi pers di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, tema HUT ke-33 mencerminkan komitmen bersama menjadikan tahun 2026 sebagai Tahun Berkualitas, baik dari sisi pelayanan publik maupun dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat.

“Kata Bersama menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melayani adalah jati diri pemerintah yang hadir untuk rakyat. Sedangkan Tiada Henti menegaskan bahwa pelayanan harus terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sachrudin menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan HUT dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya melalui kegiatan sosial yang meringankan beban warga. Hal ini juga disesuaikan dengan momentum Ramadan, mengingat puncak peringatan HUT Kota Tangerang jatuh pada 28 Februari 2026.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain diskon pajak, Tangerang Great Sale, Tangerang Bersedekah, Tangerang Bersalawat, lomba kewilayahan, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“HUT Kota Tangerang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, sehingga kegiatan kami sesuaikan dengan nuansa religius dan mengedepankan kepedulian serta kebersamaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, peringatan HUT ke-33 bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat arah pembangunan Kota Tangerang yang berkualitas, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat.

“HUT ke-33 ini adalah milik seluruh warga Kota Tangerang. Mari kita rayakan dengan cara yang bermakna, menjaga fasilitas publik, dan bersama-sama mewujudkan pelayanan serta pembangunan kota yang semakin berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, logo HUT ke-33 Kota Tangerang mengandung makna perjalanan pembangunan kota, nilai kebersamaan, serta semangat pelayanan. Logo tersebut menampilkan sejumlah ikon kebanggaan Kota Tangerang, di antaranya Masjid Al-A’zhom sebagai simbol nilai spiritualitas dan akhlakul karimah, Jembatan Berendeng sebagai lambang konektivitas dan pertumbuhan kota, serta Tugu Adipura yang merepresentasikan komitmen terhadap budaya hidup bersih dan berkelanjutan. (mas/dam)