Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Kabar wafatnya H Deden Syuqron meninggalkan duka mendalam bagi Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid. Ia datang bertakziah, turut menyalatkan jenazah hingga mengantarkan almarhum ke pemakaman keluarga di Kampung Besar, Kecamatan Teluknaga.
“Innailaihi wainnailaihi rojiun,” ujar Maesyal Rasyid saat ditemui di Masjid Al Anshor, Kavling Agraria, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Bagi Bupati Maesyal, Deden Syuqron bukan sekadar sahabat. Hubungan keduanya telah terjalin dekat hingga almarhum dianggap seperti bagian dari keluarga sendiri.
Ia mengenang Deden Syuqron sebagai sosok yang tidak hanya hadir sebagai warga Kabupaten Tangerang, tetapi juga banyak memberikan pemikiran dan kontribusi bagi kepentingan pemerintah serta masyarakat.
“Banyak hal yang sudah dijalankan oleh beliau,” ujar Maesyal.
Menurutnya, sumbangsih almarhum juga dirasakan oleh rekan-rekan sejawatnya, mulai dari para camat hingga jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Maesyal mengungkapkan, dirinya bahkan masih berkomunikasi dengan Deden Syuqron hingga Selasa (22/9/2026) malam. Dalam komunikasi tersebut, almarhum masih memikirkan pengembangan kapasitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pakuhaji.
Karena waktu telah larut, Maesyal sempat meminta almarhum untuk beristirahat. Penasehat hukum Pemerintah Kabupaten Tangerang itu pun mengiyakan dan berencana melanjutkan pembahasan di Tigaraksa.
Namun, pada Rabu pagi sekitar pukul 07.45 WIB, Maesyal mendapat kabar bahwa kondisi Deden Syuqron kritis.
“Beliau wafat saat masih memikirkan Kabupaten Tangerang,” terangnya.
Di mata Maesyal, almarhum merupakan sosok yang tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang maupun status sosial dalam menjalin persahabatan.
“Beliau selalu ikhlas membantu terutama untuk kepentingan masyarakat,” tegas Maesyal Rasyid. (rik/dam)