Serang, perisaitangerang.com – Gubernur Banten Andra Soni bersama Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta dampak kekeringan yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau Agustus 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla yang digelar di Lapangan Mapolda Banten, Kota Serang, Senin (3/8/2026).
Andra Soni mengatakan, apel kesiapsiagaan merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut Agustus menjadi puncak musim kemarau di sebagian wilayah Banten.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya mencakup kesiapan personel, tetapi juga peralatan, relawan, hingga dukungan anggaran agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Kita memastikan seluruh personel siap, relawan siap, peralatan siap, termasuk dukungan anggaran juga siap,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat kabupaten/kota agar koordinasi penanganan bencana semakin efektif.
Selain mengantisipasi Karhutla, Pemprov Banten juga melakukan pemetaan wilayah yang mulai mengalami kekeringan untuk mempercepat penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.
“Kami sedang memetakan daerah yang mengalami kekurangan air agar seluruh pihak bisa bergerak bersama membantu masyarakat,” katanya.
Andra Soni juga menyoroti potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Berkaca dari sejumlah kejadian sebelumnya, Polda Banten bersama pemerintah daerah membentuk Satgas Terpadu yang akan disiagakan di lokasi-lokasi rawan untuk melakukan pemantauan dan pencegahan.
Menurutnya, keberadaan gas metana di TPA menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai sehingga pengawasan harus ditingkatkan untuk mencegah munculnya sumber api maupun aktivitas pembakaran sampah.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki mengatakan apel kesiapsiagaan tersebut menjadi bentuk sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Ia menyampaikan, penanggulangan bencana akan mengutamakan langkah preventif melalui peningkatan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta edukasi kepada masyarakat.
“Apel ini menjadi simbol kesiapan bersama untuk melakukan langkah-langkah pencegahan sebelum terjadi kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
Kapolda mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lokasi yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, sosialisasi pencegahan juga akan diperkuat melalui berbagai media, seperti pemasangan spanduk, videotron, media massa, media sosial, hingga patroli menggunakan kendaraan public address.
Selain itu, Satgas Terpadu akan ditempatkan di sejumlah titik rawan, terutama kawasan TPA, dengan dukungan personel, mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan peralatan pendukung lainnya agar dapat bergerak cepat apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami juga mengajak seluruh media dan masyarakat bersama-sama menyebarluaskan edukasi agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” ujar Hengki. (wis/mas/dam)