Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Banten, menjadikan program atau lomba Kanvas Gemilang sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan inovasi dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menegaskan Kanvas Gemilang merupakan implementasi salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, yakni PRIMA (Pemerintahan yang Inovatif, Maju, dan Smart).
Menurut Erwin, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Tangerang.
“Karena kita pahami betul bahwa masyarakat juga harus ikut berkontribusi dalam proses perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, Bappeda menyiapkan ruang bagi masyarakat yang memiliki gagasan segar, ide, maupun inovasi untuk didiskusikan dan dibahas,” ujar Erwin, kepada Harian Tangerang Raya, Kamis (27/8/2026)
Ia mengatakan, gagasan dan inovasi yang dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan daerah berpeluang ditindaklanjuti menjadi kebijakan pemerintah daerah dan masuk dalam program penganggaran.
Bappeda Kabupaten Tangerang menggelar lomba Kanvas Gemilang yang terbagi dalam lima kategori, yakni masyarakat, tenaga pendidik, aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, dan pelajar.
Untuk setiap kategori, juara pertama mendapatkan hadiah Rp22 juta, juara kedua Rp19 juta, juara ketiga Rp14 juta, dan juara keempat atau harapan satu sebesar Rp10 juta.
Erwin menilai, nilai sebuah gagasan orisinal tidak dapat semata-mata diukur dengan materi. Namun, pemberian penghargaan menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap masyarakat yang menghasilkan ide inovatif dan mampu memberikan solusi.
“Kita memahami bahwa ide atau gagasan orisinal sebenarnya memiliki nilai yang tidak bisa dirupiahkan. Namun, setidaknya pemerintah daerah melalui Bappeda menyiapkan reward terhadap gagasan atau ide yang kita anggap orisinal dan mampu memecahkan persoalan,” katanya.
Ia berharap pemberian penghargaan tersebut dapat mendorong semakin banyak masyarakat berpartisipasi aktif memberikan gagasan untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Kabupaten Tangerang.
Untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif dan kredibel, Bappeda melibatkan dewan juri yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dari tingkat pemerintah pusat, antara lain melibatkan perwakilan BRIN, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian PAN-RB.
Sementara dari tingkat Provinsi Banten, Bappeda juga melibatkan unsur Bappeda Provinsi Banten. Adapun dari kalangan akademisi, dewan juri berasal dari Universitas Prasetiya Mulya, Swiss German University, dan BINUS.
Menurut Erwin, keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memastikan gagasan masyarakat diseleksi secara objektif dan transparan. Bappeda juga membuka ruang bagi media untuk memantau proses pelaksanaan kegiatan.
Erwin menambahkan, inovasi melalui Kanvas Gemilang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Program tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih penghargaan Innovative Government Award.
“Yang paling penting adalah ide dan gagasan tersebut kita dorong menjadi kebijakan pembangunan supaya implementatif, jangan sebatas menjadi ide atau gagasan,” tegasnya.
Ia menambahkan, terhadap gagasan orisinal yang memiliki potensi untuk dikembangkan, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi proses perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Dengan begitu, karya-karya putra dan putri Kabupaten Tangerang dapat terlindungi dan bisa diimplementasikan secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu mahasiswa UIN SMH Banten, Riski, menilai lomba ini merupakan kegiatan yang menarik dan berpotensi menjadi ajang yang dinantikan masyarakat.
“Lomba ini bagus banget. Ini bisa jadi lomba yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saya yakin setiap orang pasti ingin daerah tempat tinggalnya bisa maju,” ungkap Riski.
Riski menambahkan, kesempatan untuk menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi. Ia meyakini akan banyak warga yang tertarik mengikuti ajang tersebut karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerah tempat mereka tinggal.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ariza, warga Balaraja. Ia menilai Canvas Gemilang 2026 bukan hanya memberikan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih berani menyampaikan pemikiran dan solusi bagi kemajuan daerah.
“Ajang ini bisa jadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dari masyarakat dan generasi muda, sekaligus mendorong warga Kabupaten Tangerang untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerahnya.,” tutur Ariza. (fit/dam)