Kota Tangerang, perisaitangerang.com – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menyasar kendaraan jamaah masjid saat salat Subuh berhasil diungkap Unit Reskrim Polsek Ciledug. Dua orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV dan informasi yang beredar di media sosial.
Kedua tersangka yang diamankan yakni MF (33), yang berperan sebagai joki sekaligus mengawasi situasi, dan CW (48) sebagai eksekutor atau pemetik motor. Keduanya ditangkap pada Kamis pagi (20/8/2026).
Kapolsek Ciledug Kompol Susida Aswita mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari maraknya pencurian sepeda motor yang menyasar area parkir masjid pada waktu Subuh.
“Kami melakukan pemetaan terhadap ciri-ciri pelaku, kendaraan yang digunakan, waktu operasi hingga lokasi yang menjadi sasaran. Dari rekaman CCTV dan informasi di media sosial, petugas kemudian melakukan patroli dan penyisiran secara rutin,” ujar Susida.
Dalam penyelidikan tersebut, petugas melihat dua orang yang gerak-geriknya mencurigakan. Keduanya kemudian dibuntuti hingga masuk ke kawasan Larangan.
Pelaku sempat mendatangi sebuah masjid di Perumahan Larangan Indah. Namun, aksi pencurian tidak terjadi karena jamaah telah membubarkan diri dari area parkiran.
Petugas kemudian melakukan penyergapan dan mengamankan kedua tersangka beserta sepeda motor yang digunakan.
Dari pemeriksaan, polisi menemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mencuri kendaraan, antara lain mata kunci, magnet kunci, kunci kontak, dan peralatan lainnya.
Polisi juga menyita satu unit Honda Beat, dua telepon seluler, tas, helm, sepatu, serta rekaman CCTV sebagai barang bukti.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka mengaku telah melakukan pencurian sepeda motor selama sekitar satu tahun. Sasarannya tidak hanya parkiran masjid, tetapi juga kawasan perumahan dan kontrakan. Aksi tersebut disebut dilakukan pada dini hari hingga pagi.
“Dari pemeriksaan sementara, mereka mengaku beraksi sekitar pukul 02.00 sampai 07.00 WIB. Sasarannya antara lain parkiran masjid, perumahan dan kontrakan. Mereka mengaku bisa melakukan pencurian dua sampai tiga kali dalam satu minggu,” kata Susida.
Sepeda motor hasil curian kemudian disebut dijual kepada seorang penadah di wilayah Karawang, Jawa Barat, dengan harga sekitar Rp3 juta per unit.
Polisi telah melakukan pengembangan ke wilayah Karawang untuk mencari penadah tersebut. Namun, penadah yang dituju belum ditemukan karena disebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah.
Sementara itu, salah satu tersangka diketahui merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani hukuman di Lapas Subang pada 2024.
Polisi masih mengembangkan pengakuan kedua tersangka untuk mencocokkan lokasi-lokasi pencurian lainnya, termasuk di wilayah Ciledug, Karang Tengah, Larangan, Pinang, Cipondoh, Neglasari, Cengkareng hingga Pondok Aren.
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Eko Bagus Riyadi mengatakan pengungkapan ini menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya menunggu laporan, tetapi melakukan patroli dan penyelidikan berdasarkan pola kejahatan yang berkembang di masyarakat.
“Kami akan terus kembangkan pengungkapan ini, termasuk mengejar penadah dan kemungkinan adanya pelaku lain. Masyarakat juga kami imbau tetap waspada, khususnya saat memarkir kendaraan pada dini hari, dan segera melapor melalui call center 110 apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan,” ujar Eko.
Saat ini kedua pelaku diamankan untuk menjalani proses penyidikan. Polisi juga masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.
“Kedua pelaku dijerat Pasal 477 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman sesuai ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya. (tmn/dam)