Serang, perisaitangerang.com – Unit KBRN Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten melakukan deteksi dini dan pengambilan sampel air keruh yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembangkit listrik di tiga lokasi di Kabupaten Lebak.
Tiga lokasi tersebut yakni PT Citra Hydro Energi di wilayah Kecamatan Cibeber, PLTM Desa Pasir Gombong, Kecamatan Bayah, serta Desa Suwakan, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, hasil deteksi menggunakan X-Am 7000 di ketiga lokasi tidak menunjukkan adanya konsentrasi gas yang mencapai atau melebihi ambang batas alarm maupun sensor yang digunakan.
“Sementara pemeriksaan menggunakan Chempro X juga tidak menunjukkan adanya kenaikan bar, selain pemeriksaan gas, personel melakukan pemeriksaan terhadap sampel air menggunakan kertas lakmus. Hasil pemeriksaan pada ketiga lokasi menunjukkan pH 5,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Maruli menjelaskan, kondisi kualitas udara di lokasi pengambilan sampel dinyatakan aman.
“Sementara untuk kualitas air, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang belum memenuhi persyaratan sebagai air bersih, sehingga air tersebut tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan kulit maupun untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Maruli menambahkan, sebanyak tujuh sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa ke Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Banten untuk menjalani identifikasi lebih lanjut.
“Sampel yang telah diperoleh selanjutnya dibawa ke Mako Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Banten untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut,” terangnya.
Maruli juga mengimbau masyarakat di sekitar lokasi pengambilan sampel untuk sementara mengurangi pemanfaatan air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami mengimbau masyarakat di sekitar lokasi pengambilan sampel untuk mengurangi pemanfaatan air dari aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak agar dilakukan pengecekan ulang yang lebih akurat terkait pH air sungai,” tukasnya. (wis/mas/dam)