Pelatihan Gratis BLK Tangerang Berbuah Manis, Seluruh Peserta Terserap Kerja

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dengan PT ADIS Balaraja membuahkan hasil. Sebanyak 95 peserta pelatihan berbasis industri dilaporkan terserap bekerja di perusahaan tersebut setelah mengikuti pelatihan langsung di lingkungan pabrik.

Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, mengatakan pelatihan berbasis industri menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mendukung upaya pengurangan pengangguran.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah kebijakan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kita kolaborasi dengan perusahaan sepatu yaitu PT ADIS Balaraja dan alhamdulillah hampir 100 persen lulusannya langsung diserap sebagai pegawai di sana. Tentu ini sejalan dengan arahan dari Pak Bupati untuk peningkatan kompetensi masyarakat dan pengentasan pengangguran,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnaker Kabupaten Tangerang, Bambang Dwi Purwanto, menjelaskan bahwa kerja sama langsung dengan perusahaan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Menurut Bambang, peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga menjalani praktik menggunakan mesin yang digunakan dalam proses produksi sepatu.

“Pelatihan bisa digelar di kami, hanya saja ruangan kelas untuk pelatihan ini sedang direvitalisasi. Jadi para peserta dilatih di PT ADIS. Para peserta kami yang seleksi dan pelatihan langsung di mesin PT ADIS Balaraja. Saya tegaskan juga hal ini gratis 100 persen,” tegasnya.

Bambang menyebut pelatihan berlangsung secara bertahap sejak April hingga Agustus 2026. Total peserta yang mengikuti program tersebut mencapai 95 orang dalam lima gelombang pelatihan.

Materi pelatihan mencakup pengoperasian mesin pemotongan, penjahitan, assembling dan lasting, stockfit, hingga finishing. Peserta mendapatkan pelatihan langsung dari pihak perusahaan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan proses produksi.

“Ada 16 orang lebih per gelombang dan sudah lima gelombang di tahun ini, total 95 peserta dan alhamdulillah terserap 100 persen. Hanya satu orang mengundurkan diri karena menikah. Mereka dilatih oleh perusahaan langsung, satu orang harus bisa mesin pemotongan sampai finishing,” jelasnya.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah daerah dengan dunia usaha dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Selain meningkatkan kompetensi peserta, pelatihan berbasis industri juga diharapkan membuka akses kerja bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. (fit/dam)