JAM Street Hadir, Bidik Pasar Transportasi hingga Logistik

Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Startup karya anak bangsa di bidang layanan digital terus berkembang. Salah satunya JAM Street, platform yang menyediakan layanan transportasi online, logistik, pesan makanan, hingga belanja kebutuhan harian.

JAM Street merupakan startup yang baru diluncurkan dan dikembangkan dengan melibatkan programmer serta tenaga kerja asal Indonesia. Platform tersebut ditujukan untuk menyasar pasar layanan digital secara nasional.

Pengembang JAM Street, Zulkarnain, mengatakan platform tersebut lahir dari pengamatannya terhadap perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan berbasis aplikasi.

Menurutnya, transaksi melalui aplikasi kini telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi, pemesanan makanan, belanja kebutuhan sehari-hari, hingga pengiriman barang.

Zulkarnain menilai perkembangan ekonomi digital perlu diikuti dengan penguatan perusahaan berbasis teknologi yang dikembangkan oleh tenaga kerja dalam negeri.

Berangkat dari pemikiran tersebut, ia menggandeng programmer lokal untuk mengembangkan JAM Street sebagai platform layanan digital.

“Dengan menggandeng tenaga kerja lokal atau asli Indonesia, kami mampu menciptakan aplikasi yang cukup lengkap, yakni JAM Street,” ujar Zulkarnain kepada wartawan di kantornya, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, JAM Street saat ini masih tergolong sebagai startup baru dengan usia sekitar tiga bulan. Meski demikian, menurut dia, jumlah pengguna platform tersebut telah mendekati 8.000 orang.

Pengguna JAM Street disebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga hingga masyarakat umum.

Dari sisi layanan, JAM Street menyediakan sejumlah fitur dalam satu platform. Layanan tersebut antara lain transportasi online menggunakan sepeda motor dan mobil, pengiriman paket serta logistik, pemesanan makanan, dan belanja kebutuhan harian.

Untuk layanan makanan dan belanja, JAM Street juga diarahkan melibatkan warung rakyat serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Selain menyasar konsumen, Zulkarnain mengatakan JAM Street membuka peluang kemitraan bagi pengemudi atau driver dan penjual atau seller.

“Para mitra driver maupun seller tidak dipungut biaya satu rupiah pun,” katanya.

JAM Street juga menyediakan program referral bagi pengguna. Melalui program tersebut, pengguna dapat membagikan kode referral kepada keluarga, teman, maupun kerabat.

Menurut Zulkarnain, program referral memberikan insentif berdasarkan perkembangan jaringan pengguna dan berlaku hingga lima level dengan besaran manfaat yang berbeda pada setiap level.

Ia menyebut semakin banyak anggota dalam jaringan dan semakin aktif melakukan transaksi, semakin besar pula potensi manfaat yang dapat diperoleh pengguna.

Namun, Zulkarnain menegaskan konsep yang dikembangkan JAM Street tidak semata-mata berorientasi pada perekrutan pengguna. Menurutnya, aktivitas transaksi menjadi bagian penting dalam ekosistem bisnis platform tersebut.

“Konsep bisnisnya dari kita, oleh kita, untuk kita. Jadi siapa yang banyak merekrut anggota, semakin banyak pula pendapatan yang berpotensi diterima,” ujar Zulkarnain yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tangerang.

Sebagai startup baru, JAM Street masih menghadapi tantangan dalam memperluas pasar. Platform tersebut harus bersaing dengan perusahaan teknologi yang telah lebih dahulu memiliki basis pengguna yang besar.

Meski demikian, pengembangan platform teknologi lokal dinilai membuka peluang bagi pelaku usaha, driver, seller, warung, dan UMKM untuk terlibat dalam ekosistem ekonomi digital. (fit/dam)