Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Tangerang dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan lapisan aspal di sejumlah ruas jalan. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Merespons keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang (DBMSDA) bergerak cepat melakukan penanganan dengan membagi proses perbaikan ke dalam dua tahap, yakni perbaikan rutin dan rekonstruksi permanen.

Kepala UPT V DBMSDA Kabupaten Tangerang, Ferry Achmad Effendi, menjelaskan bahwa perbaikan rutin saat ini difokuskan pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan di bawah 20 persen yang dinilai krusial karena berdampak langsung pada aktivitas masyarakat.
Salah satu titik yang tengah ditangani berada di kawasan Cilongok Istiqlaliyah, Pasar Kemis. Selain itu, sejumlah ruas yang telah dilakukan penambalan di antaranya Jatiuwung–Pasar Kemis, Pasar Kemis–Rajeg, Cadas–Sepatan, serta Cadas Kukun.
“Perbaikan rutin terus kami lakukan agar kondisi jalan tetap dapat dilalui dengan aman sambil menunggu proses rekonstruksi permanen,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ferry juga mengimbau masyarakat, khususnya pemilik usaha di pinggir jalan, agar tidak membeton atau menyemen area depan toko secara sembarangan. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu genangan air yang berpotensi menggerus dan merusak lapisan aspal.
Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, H. Iwan Firmansah Effendi, menyampaikan keprihatinannya atas insiden kecelakaan yang terjadi akibat jalan berlubang, khususnya di sepanjang ruas Pasar Kemis hingga Rajeg.
Ia memastikan, selain penambalan rutin yang telah berjalan sejak awal 2026, Pemkab Tangerang segera merealisasikan rekonstruksi jalan secara permanen setelah proses tender rampung pada akhir Maret 2026.
“Total panjang ruas yang ditangani sekitar 3,4 kilometer, dengan kerusakan berat mencapai hampir 1,1 kilometer. Ada 11 titik kerusakan yang akan diperbaiki dengan alokasi anggaran sebesar Rp10,66 miliar,” jelasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap akses jalan dapat kembali mulus dan aman, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi ekonomi tidak lagi terganggu. (fit/dam)