Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat di Kabupaten Tangerang.
Pesan tersebut disampaikan Maesyal Rasyid saat menghadiri Silaturahmi Kebangsaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cikupa, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Keragaman, Harmonis dalam Perbedaan, Kerukunan Tetap Terjaga”.
“Jangan jadikan perbedaan itu sebagai pemicu pertikaian dan perpecahan. Keberagaman harus jadi sumber kekuatan untuk menguatkan persatuan demi kemajuan, keharmonisan dan manfaat bersama,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, keberagaman masyarakat Kabupaten Tangerang merupakan kekayaan sosial yang harus dijaga dan dirawat bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.
Dia juga menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Tangerang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi kepada Forum Pembauran Kebangsaan yang telah menginisiasi kegiatan ini. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mempererat persaudaraan, memperkuat komunikasi, dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda-beda,” ujarnya.
Maesyal juga menegaskan bahwa toleransi, sikap saling menghormati, kepedulian, serta semangat gotong royong harus terus dipelihara dan diperkuat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat agar memberikan manfaat luas.
Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan pentingnya peran FPK sebagai wadah komunikasi sekaligus perekat sosial antarsuku dan etnis. FPK diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan, mencegah potensi konflik sosial, serta membangun dialog dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pembangunan daerah tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa adanya persatuan dan dukungan seluruh masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, kepedulian, dan partisipasi semua pihak agar Kabupaten Tangerang semakin maju, aman, nyaman, dan sejahtera,” ungkapnya.
Selain memperkuat nilai-nilai kebangsaan, Maesyal juga mengapresiasi kegiatan bakti sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim yang menjadi bagian dari rangkaian acara tersebut. Menurutnya, semangat kebangsaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga harus ditunjukkan melalui tindakan nyata dan kepedulian terhadap sesama.
Dia turut mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar senantiasa menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap persoalan, kata dia, hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, komunikasi, dan semangat kekeluargaan.
“Jangan mudah terprovokasi. Mari kita kedepankan musyawarah, komunikasi, dan semangat kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Dengan persatuan dan kerukunan, kita bisa bersama-sama membangun Kabupaten Tangerang yang lebih baik,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Silaturahmi Kebangsaan tersebut, diharapkan hubungan antarsuku, etnis, agama, dan kelompok masyarakat semakin erat sehingga tercipta kehidupan bermasyarakat yang rukun, harmonis, serta menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan. (fit/dam)