Kab Tangerang, perisaitangerang.com – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah mengatakan, bahwa ditahun 2026 ini berdasarkan program RPJMD terdapat 219 titik jalan yang akan dilakukan perbaikan, beberapa diantaranya Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg, Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan, dan Jalan Raya Cikupa-Pasar Kemis.
“Jadi, berdasarkan program RPJMD, ditahun 2026 ini memang terdapat 219 titik jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang, akan dilakukan perbaikan ditahun ini,” beber Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, Rabu (18/2/26).
Iwan menjelaskan, meskipun perbaikan permanen baru akan dilakukan pasca Ramadhan nanti, pemeliharaan jalan tersebut sudah dilakukan sejak Januari 2026 lalu, baik Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg, Pakuhaji-Sepatan, Cikupa-Pasar Kemis dan ratusan titik lainnya.
“Sebetulnya, kalau perawatan atau pemeliharaan jalan sudah dilakukan sejak Januari dan awal Februari 2026 ini, namun untuk perbaikan permanen memang baru akan dilakukan asca Ramadhan nanti,” paparnya.
Menurut Iwan, untuk Jalan Raya Pasar Kemis-Rajeg yang akhir-akhir ini sempat viral di media sosial ataupun mainstream itupun sudah masuk dalam perencanaan perbaikan permanen di tahun 2026 ini. Dengan, total panjang kurang lebih 3,3 kilometer, perbaikan permanen itu membutuhkan anggaran kurang lebih sebesar Rp 26,61 miliar. Sementara untuk, Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan saat ini sudah masuk proses lelang, dan juga akan dilakukan perbaikan pasca Ramadhan 1447 H/2026 M mendatang. Adapun, anggaran yang dibutuhkan dalam perbaikan jalan tersebut kurang lebih sebesar Rp 30 miliar.
“Untuk Jalan Raya Pakuhaji-Sepatan sudah dalam proses lelang saat ini,” jelasnya
Iwan menerangkan, pasca musim penghujan yang menerjang sebagian besar Kabupaten Tangerang, memang banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan, bahkan kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Kabupaten Tangerang saja, melainkan sebaian besar Jabodetabek dan Provinsi Banten.
“Karena memang ketika curah hujan tinggi banyak jalan mengalami kerusakan, bahkan daerah DKI juga mungkin permasalahan jalan pasca banjir ini sangat-sangat krusial sekali,” ujarnya.
Iwan juga mengatakan, selama proses perbaikan jalan pihaknya akan membuat rambu-rambu atau informasi, terkait mana saja jalan yang sedang dalam perbaikan. Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat, agar bersabar selama proses perbaikan jalan, karena tentunya akan menimbulkan kemacetan dan kepadatan arus lalulintas. Iwan juga mengatakan, nantinya setiap jalan yang tergenang air akan dipasangi rambu, baik jalan yang dalam perbaikan ataupun tidak. Hal itu, dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan lalulintas.
“Dan kalau sedang diperbaiki, kita harus berhati-hati juga nanti. Kita akan membuat perambuan terhadap pelaksanaan pekerjaan ini, mana yang akan dikerjakan, dan setiap masyarakat akan membaca dan melihat bahwa kita akan sedang melakukan pekerjaan itu,” pungkasnya. (fit/dam)